Wisatawan Keluhkan Kebersihan Destinasi Wisata di Cirebon

WhatsApp Image 2017-07-21 at 16.15.06

WhatsApp Image 2017-07-21 at 16.16.20

WhatsApp Image 2017-07-21 at 16.17.27

Foto: Rombongan wisatawan Nusantara dari Jakarta ketika mengunjungi Keraton Kasepuhan Cirebon, Gua Sunyaragi, dan Rumah Kerajinan Kerang Multi Dimensi di Cirebon, Jawa Barat (Ist)

Pesona beberapa destinasi wisata di Cirebon, Jawa Barat ternyata menjadi daya tarik wisatawan Nusantara (wisnus) yang tergabung dalam alumni sekolah swasta di Jakarta.

Ada 15 orang yang kemudian berangkat ke Cirebon selama dua hari, mulai Sabtu (15/7/2017) hingga Minggu (16/7/2017). Mereka selama ada di Cirebon berkunjung ke Keraton Kasepuhan Cirebon, Gua Sunyaragi, dan Rumah Kerajinan Kerang Multi Dimensi.

Shanti, seorang wisnus yang ikut ke Cirebon ketika dihubungi patainanews.com, Rabu (26/7/2017) memberikan apresiasi untuk Keraton Kasepuhan Cirebon. “Keraton Kasepuhan Cirebon bagus. Dan, kalau bisa ada paket kunjungan pelajar ke Keraton untuk mengenalkan warisan budaya Nusantara, dan tidak menutup kemungkinan untuk bisa bertemu dengan Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon,” paparnya.

Tak ketinggalan Shanti juga memuji Gua Sunyaragi yang menark. “Kalau bisa di dalam gua-gua dikasih lampu agar tidak gelap,” tuturnya. Senada dengan Shanti, Shinta juga memberikan apresiasi untuk Keraton Kasepuhan Cirebon. Dan untuk Rumah Kerang Multi Dimensi, Shanti menyampaikan usul kalau bisa ada informasi dari mana kerang diambil.

“Juga lebih baik kalau ada demo atau contoh cara pembuatan kerajinan dari kerang, seperti lampu, kursi, dan lainnya,” ucapnya. Sementara Esti, seorang warga negara Indonesia (WNI) yang sudah lebih dari 12 tahun bermukim di Amerika Serikat yang termasuk dalam rombongan tersebut juga mengaku antusias bisa ikut mengunjungi Keraton Kasepuhan Cirebon.

Namun, Esti prihatin dengan kondisi kebersihan di area Keraton Kasepuhan Cirebon, khususnya di sekitar lettering Keraton Kasepuhan Cirebon. “Kalau bisa sampah yang ada di kali kecil di sekitar lettering Keraton Kasepuhan Cirebon tempat foto bersama juga dibersihkan supaya jadi tidak bau,” ujar Esti. (Gabriel Bobby) 

About author



You might also like

Slideshow

Wartawan Tiongkok Terkesan Sepak Bola Gajah

PWI berkunjung ke Tiongkok (Ist) Jianhua Chen tak menyangka ada kesebelasan sepak bola gajah di Lampung. Awalnya, Sekretaris Jenderal Asosiasi Wartawan Zhejiang ini mengira cerita soal sepakbola gajah yang disampaikan

World Heritage

Batik, Kesenian Nusantara yang Diakui Dunia

Batik Lindy Ann (Ist) Batik tak bisa dipungkiri semakin diminati masyarakat dunia. Tentunya hal tersebut tak bisa dilepaskan lantaran wastra tradisional khas Indonesia ini diakui sebagai kesenian dunia. Begitu pentingnya

Slideshow

Folk n Vogue: 100% Indonesia

Lindy Ann Umarhadi (Ist) Sebagai upaya mendukung industri kreatif dalam negeri, Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) akan mengadakan pameran bertajuk ‘Folk n Vogue: 100% Indonesia’ pada 7-11 September

Festival

Wisata Halal, Daya Tarik Kunjungan Wisatawan Timur Tengah ke Indonesia

JAS pastikan tetap layani ground handling Saudi Arabian Airlines (SV) di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta (Ist) Pemerintah serius meningkatkan kunjungan wisatawan asal kawasan Timur Tengah (Timteng) ke Indonesia sebab turis

Destinations

Wakatobi, Destinasi Wisata Bahari di Timur Indonesia

Wakatobi (Ist) Wakatobi di Sulawesi Tenggara termasuk dalam 10 Bali baru yang dikembangkan dan dipromosikan pemerintah hingga ke mancanegara. Wakatobi dikenal sebagai destinasi wisata bahari, seperti untuk diving sebab sebagai

Nature

Pemerintah Promosi 10 ‘Bali Baru’ di PATA Travel Mart 2016

Press Conference PATA Travel Mart 2016 di Kementerian Pariwisata (Ist) Pemerintah akan memanfaatkan penyelenggaraan PATA Travel Mart 2016 pada 7 hingga 9 September mendatang di venue ICE di BSD City,