Wisman Menikmati Ikut Nelayan Tradisional Naik Sampan

menpar dan hadi

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kiri) bersama Wakil Ketua PHRI NTB LA Hadi Faishal (Ist)

Kendati sudah terkenal di dunia, wisata bahari di Lombok, Nusa Tenggara Barat tak melulu Gili Trawangan. Belum lagi destinasi lainnya, seperti Pantai Kuta Lombok yang tak kalah menarik yang ada di Pulau Seribu Masjid itu lantaran kini wisatawan mancanegara (wisman) juga bisa menikmati petualangan seru ikut kapal nelayan jenis sampan.

Hal tersebut diungkapkan General Manager d’Praya Lombok Hotel LA Hadi Faishal ketika dihubungi patainanews.com, Kamis (7/1/2016).

Hadi, begitu ia biasa disapa, menjelaskan, wisata bahari yang melibatkan wisman di Lombok, yakni ikut menumpang sampan berkaitan dengan kearifan lokal bersifat bahari yang meliputi aspek budaya, seperti ritual, tradisi, gaya hidup, mata pencarian, dan kuliner.

Hadi yang juga Wakil Ketua PHRI NTB ini mengemukakan bahwa saat ini ada lokasi wisata bahari yang tengah naik daun, yakni wisman tertarik untuk ikut naik sampan guna menjangkau tempat lobster di perairan Lombok.

Adapun Teluk Bumbang dan Teluk Ekas di Lombok selama ini telah dikenal menjadi penghasil utama lobster di Indonesia dan berkualitas dunia.

“Turis asing senang ikut naik sampan nelayan untuk membeli lobster. Kemudian mereka kembali ke resort yang menyediakan grill. Jadi, di Lombok wisata bahari semakin lengkap dan terus berkembang sehingga semakin diminati wisman,” urainya.

Menurutnya, lobster yang dimakan wisman merupakan kuliner bahari. Hadi yang juga Ketua Dewan Penasihat ASITA NTB ini menuturkan bahwa wisata bahari di Lombok yang membuat wisman tertarik ikut bersama nelayan menumpang sampan merupakan perpaduan gaya hidup masyarakat nelayan dengan nilai-nilai luhur lokal sehingga budaya lokal tidak tergerus.

“Pariwisata di Lombok kental dengan wisata bahari dan wisata bahari di Pulau Seribu Masjid ini disenangi turis mancanegara karena tetap mempertahankan budaya lokal yang juga menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan asing selama mereka ada di Lombok,” paparnya.

Menurut Hadi, pariwisata di Lombok, termasuk wisata bahari tetap mempertahankan kearifan budaya lokal. Hadi mengatakan, hadirnya wisman di Lombok yang ikut menumpang kapal nelayan jenis sampan bisa menambah penghasilan nelayan tradisional.

“Interaksi antara wisman dengan nelayan tradisional juga menambah daya tarik wisata bahari di Lombok,” ucapnya. (Gabriel Bobby)

 

About author



You might also like

World Heritage

Menulis Promosikan Wisata Bahari Indonesia

Wisata bahari di Samber Gelap, Kotabaru, Kalimantan Selatan (Ist) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bekerja sama dengan Forum Wartawan Pariwisata (Forwarpar) kembali menggelar Lomba Menulis Wisata Bahari 2016. Adapun lomba khusus untuk

Culture

Lombok Semakin Percaya Diri Destinasi Wisata Halal

Turis asing dan warga setempat di Lombok (Ist) Lombok yang ada di Nusa Tenggara Barat semakin percaya diri menjadi destinasi wisata halal di Indonesia. Sejak Pulau Seribu Masjid ini pada tahun

Heritage

Sumbar Perkuat Destinasi Wisata Halal

Sales Mission Sumatera Barat (Ist) Sumatera Barat (Sumbar) yang kaya akan destinasi wisata terus memperkuat posisi sebagai destinasi wisata halal. KepalaBidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sumatera Barat Didit P Santoso menjelaskan

Nature

Danau Toba Miliki Toilet Berkelas Bintang Lima

Toilet Bersih Bintang Lima di sekitar kawasan wisata Danau Toba (Ist) Toilet di sekitar destinasi Danau Toba sudah mulai berubah wajah. Pengolahan waste–nya menggunakan biotank yang ramah lingkungan. Kompositnya ditata

Tour Package

Wonderful Indonesia Rebut 2 Awards di Johannesburg

2 penghargaan untuk Wonderful Indonesia (Ist) Wonderful Indonesia rupanya tak hanya moncer di kawasan Asia Pasik dan Asia Tenggara saja. Di Afrika, kepak sayap national brand pariwsata Indonesia ini juga

Airlines

Lombok Lestarikan Kearifan Lokal

Rombongan ASITA DKI Jakarta dan ASITA Jawa Tengah di Kampung Sasak Ende, Lombok (Ist) Bagi pria Suku Sasak, Lombok di Nusa Tenggara Barat melakukan Tari Peresean adalah upaya ikut melestarikan