Wisman Menikmati Museum

piknik museum

Anis, Gabriel Bobby wartawan patainanews.com dan Iffa (kanan) di Museum Nasional Indonesia (Ist)

Wisatawan mancanegeara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia rupanya tak hanya sekadar menikmati beragam kuliner khas Nusantara, menyukai budaya asli Tanah Air, dan kearifan lokal negeri ini serta belanja suvenir yang menarik untuk buah tangan ketika mereka kembali ke negara masing-masing, namun mereka juga banyak yang pergi ke museum yang ada di negeri ini selama traveling di Indonesia.

Seperti yang dilakukan Iffa dan Anis, dua wisatawan negeri jiran asal Malaysia. “Kami berdua datang dari Kuala Lumpur ke Jakarta dan kami selama ada di Jakarta memang mau datang ke Museum Nasional Indonesia atau yang juga dikenal sebagai Museum Gajah,” kata Iffa, perempyan berparas manis ini ketika ditemui patainanews.com, Minggu (22/10/2017).

Adapun Iffa dan Anis mahasiswa yang masih kuliah di Malaysia. Pengamatan patainanews.com, selama ada di Museum Nasional Indonesia, tampak banyak wisman lainnya. Ya, rupanya wisman memang menyukai berkunjung ke museum ketika mereka berada di Indonesia.

Di Museum Nasional Indonesia ada alat musik Gamelan. Menurut Iffa, Anis suka belajar Gamelan. 

Traveling ala backpaker

Iffa mengaku sudah sering ke Indonesia. “Saya suka jalan-jalan ke berbagai negara yang ada di dunia. Sebelumnya saya juga sudah pernah ke India,” ucapnya. Iffa menyebut dirinya sebagai backpaker yang suka traveling. “Sebagai backpaker, traveling ke Indonesia biayanya lebih murah dari Malaysia ketimbang dari Malaysia pegi ke negara lain,” urainya.

WhatsApp Image 2017-10-23 at 00.45.28

Anis dan Iffa (kanan), dua turis asal Malaysia ketika traveling di Jakarta dan berpose di Monas (Ist)

Menurutnya, masyarakat Indonesia ramah sehingga dirinya juga sudah pernah ke Padang, dan Lombok ketika kerkunjung ke Indonesia.

Menikmati traveling di Jakarta

Wartawan patainanews.com, Gabriel Bobby mendapat kesempatan bertemu dengan Iffa dan Anis ketika dua turis asal negeri jiran, Malaysia ini berkunjung ke Jakarta. Menurut Iffa, Jakarta sebagai kota besar yang tidak kalah dengan Kuala Lumpur.

Namun, lanjutnya, cuaca di Jakarta lebih panas ketimbang Kuala Lumpur. “Very hot di Jakarta. Beda dengan Kuala Lumpur yang lebih sejuk,” katanya ramah. Sementara Anis mengungkapkan bahwa dirinya dan Iffa telah membuktikan Jakarta begitu ramai. (Gabriel Bobby) 

About author



You might also like

Festival

Indonesia Berjaya di The 12th UNWTO Awards

The 12th United Nations – World Tourism Organization (UNWTO) Awards,  Rabu (20/1/2016) di Madrid, Spanyol saat Gala Ceremony The 12th UNWTO Awards mengumumkan: 1. The winner of the UNWTO Award

Slideshow

Sambut Wisman, Riau Gelar Festival Perang Air di Meranti

Festival Perang Air di Riau tahun 2016 (Ist) Atraksi memikat bakal digelar di salah satu pintu masuk wisatawan mancanegara (wisman) di Riau. Kegiatan ini disebut Festival Perang Air (FPA). Perhelatan

Tour Package

Desember ke Bintan, Ikut Lari Moon Run

Jumpa pers Moon Run (Ist) Bintan Resorts bekerja sama dengan Adventure Singapore dan Firefly Connections melakukan kolaborasi dalam penyelenggaraan event Bintan Moon Run 2016 yang akan berlangsung di kawasan Lagoi

Festival

RushTeri ke Tanjung Lesung

Berita Foto: Komunitas ‘RUSHTERi’ yang terdiri dari mobil Rush Terios sebanyak 32 unit mobil menghabiskan waktu selama akhir pekan pada Sabtu dan Minggu, 10 hingga 11 Maret 2018 menikmati suasana

Travel Operator

Wisatawan Tertarik ke Pulau Bungin

Pulau Bungin (Ist) Pulau Bungin di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang sering disebut sebagai pulau terpadat di dunia ternyata memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Daya tarik wisata di

Heritage

Menanti Chef Degan Mempromosikan Kuliner Indonesia di Perancis

Chef Degan mempromosikan kuliner khas Indonesia di mancanegara (Ist) Degan Septoadji, seorang chef profesional asal Indonesia telah berpengalaman lebih dari 30 tahun di industri boga. Mengenyam pendidikan dan mengawali karirnya di Eropa,