Wonderful Indonesia Berjaya di Perancis

Wonderful-Indonesia-Logo-1 (1)

Country branding Wonderful Indonesia (Ist)

“Kemenangan itu harus direncanakan!” kata Arief Yahya, Menteri Pariwisata.

Arief Yahya tidak sedang ‘haus’ award atau gila penghargaan. Apalagi harus membabi buta hanya untuk mengejar popularitas dan seremonial awarding.

Sebagai profesional, mantan Direktur Utama PT Telkom ini tidak mau tampil biasa-biasa saja dan hanya menjadi penonton dalam kompetisi global.

Indonesia harus menjadi bagian dari kompetisi di level manapun juga, dan otomatis targetnya juara. Keuntungannya, kata AY, sapaan akrab Menteri Pariwisata, performance internal harus benar-benar excellent, harus perfect, harus dijaga, harus dikelola agar tetap berstandar global.

Kalau standar internalnya sudah menggunakan level dunia, maka bersaing dengan manapun, Kementerian Pariwisata tidak perlu merasa minder.

“Jadi awarding itu hanyalah akibat! Sebabnya sendiri adalah, spirit internal yang kuat untuk bersaing di pentas dunia. Karena itu WIN-Way atau Wonderful Indonesia Way, dengan tiga S, speed, solid, smart, itu harus benar-benar menjadi corporate culture Kemenpar,” kata Arief Yahya.

Bersaing di kompetisi, itu adalah best practice untuk mengontrol internal agar membangun performance yang terbaik. Juga menjaga diri agar tetap menjadi yang terbaik.

“Ujungnya adalah achievement atau capaian yang terbaik juga,” ucap AY. Di Perancis, Indonesia terpilih menjadi ‘Pays d’Honneur’ dalam pameran pariwisata Salon International du Tourisme de Nantes di Nantes, 26-28 Februari 2016.

“Kami terpilih jadi negara tamu dengan branding Wonderful Indonesia paling komprehensif. Jadi ‘pays d’honneur’ di International du Tourisme de Nantes pun memberikan special award kepada taktik berpromosi menancapkan branding di seluruh pusat keramaian di Kota Nantes, Prancis Barat itu,” terang Asdep Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika, dan Afrika Nia Niscaya, Kamis (3/3/2016) dalam siaran pers yang diterima patainanews.com.

Menurut Nia, pengunjung yang mampir ke booth Wonderful Indonesia dari 40.000 orang pengunjung pameran itu, paling heboh.

Sebagian besar adalah keluarga, pasangan usia pensiun, dan mahasiswa pendidikan pariwisata. Menurut statistik nasional Prancis, INSEE, penduduk di pantai barat (provinsi Bretagne dengan Ibukota Rennes dan Pays de la Loire dengan Ibukota Nantes) termasuk provinsi dengan pendapatan per kapita tertinggi di Perancis.

Penduduknya selalu meluangkan waktu untuk kegiatan liburan atau pariwisata ke luar negeri. Sadar akan potensi besar tadi, kerja keroyokan pun kembali dilakukan.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tak sendirian. Ada KBRI Paris yang ikut membantu. Selain itu, di pameran yang sudah memasuki musim ke-17 itu, Kemenpar ikut memboyong perwakilan dari industri pariwisata seperti Garuda Holiday France, Azimuth Travel, Kampoeng Kita, Melati Putih Hijau, Eka Voyages dan Don Biyu Munduk.

“Pengunjung yang datang umumnya mencari informasi mengenai Indonesia dengan touch screen interaktif yang menjelaskan berbagai destinasi unggulan. Ada juga pengunjung yang berfoto pada photobooth corner dengan 12 pilihan pemandangan alam Indonesia. Di paviliun Indonesia, pengunjung juga bisa menikmati penampilan misi kesenian Indonesia yang menampilkan tarian dari berbagai daerah,” urai Nia.

Wanita berkerudung itu pun tak menyia-nyiakan kesempatan emas tadi. Maklum, pada 2015 silam jumlah wisatawan Perancis yang berlibur ke Indonesia mencapai 200 ribu wisatawan.

Jumlah kunjungan tadi diyakini bisa melonjak hingga 250 ribu orang seiring dengan gencarnya promosi yang dilakukan di Prancis.

Setidaknya ada 10 destinasi prioritas di Indonesia yang dipromosikan ke masyarakat Nantes, yakni Bali, Jakarta, Batam, Medan, Makassar, Yogya-Solo-Semarang, Bunaken-Wakatobi- Raja Ampat, Lombok, Bandung dan Banyuwangi yang diperkenalkan melalui brosur, flyer dan video.

“Paviliun Indonesia juga mengelar acara ‘Indonesian Night’ yang dihadiri Duta Besar RI, Dr. Hotmangaradja Pandjaitan. Seluruh tamu yang hadir bisa menikmati kuliner khas Indonesia dan tarian tradisional dari Jawa Tengah dan Sumatera Barat,” ungkap Nia.

Daya tarik lainnya, peserta pameran juga berkesempatan memenangkan dua paket perjalanan ke Indonesia dengan mengikuti penarikan undian berhadiah yang disponsori Kementerian Pariwisata.

Selain itu, KBRI Paris dan Garuda Indonesia Holiday France dan Qatar Airways mengadakan undian berhadiah paket perjalanan ke Indonesia untuk dua orang. (Gabriel Bobby)

 

About author



You might also like

Heritage

Hotel Desa Wisata Tawarkan Paket Trip ke TMII

Hotel Desa Wisata TMII (Ist) Hotel Desa Wisata yang terletak di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) selama ini lebih sering kerja sama dengan sekolah dan perusahaan. Hal tersebut dikatakan Arden

Indonesia itu Bagus

Novela Permata Sari, Gadis Pontianak Membanggakan Raih Banyak Penghargaan

Novela Permata Sari (Ist) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi menggelar ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi tahun 2018. Saat ini, telah terpilih 17 finalis dari 142 mahasiwa program sarjana yang mendaftar.

Slideshow

Mari Bersama Kalahkan Kanker!

Narasumber berpose bersama (Ist) Sebagai upaya meningkatkan peran perempuan dalam memerangi kanker, Kementerian Kesehatan, Dharma Wanita Persatuan, dan PT Roche Indonesia berkolaborasi untuk mengedukasi para perempuan mengenai kanker serta menunjukkan sinergi yang baik

Destinations

Keamanan di Pantai Kuta Lombok Harus Ditingkatkan

Turis asing sepertinya tidak terlihat khawatir ketika melintas dan melihat ada penjagaan ketat saat puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2016 di Lombok yang dihadiri Presiden Jokowi pada 9 Februari 2016 

Festival

Pariwisata Lombok Memadukan Budaya dan Destinasi

Presean (Bertarung dengan Rotan) Suku Sasak – Ende Village (foto: Roni Mawardi) Dua jempol patut diapresiasikan buat Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Dinas Pariwisata NTB, Lombok. Kementerian yang dipimpin Arief Yahya

Airlines

HELICITY Ikut Promosikan Wonderful Indonesia

CEO Whitesky Aviation Denon Prawiraatmadja (kedua dari kiri) tengah menandatangani MoU co-branding dengan Kementerian Pariwisata (Ist) PT Whitesky Aviation melalui HELICITY ikut menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan Kementerian Pariwisata