Wonderful Indonesia Co-Branding Forum demi 20 Juta Wisman

WhatsApp Image 2017-08-10 at 14.43.06

Michelle Victoria Alriani Miss Earth Indonesia 2017 dan Niluh Putu Lilyk Rahmawati Putri Pariwisata Nusantara 2017 dari Yayasan El John Indonesia ikut terlibat dalam mendampingi Menteri Pariwisata Arief Yahya saat press conference WICF (Ist)

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya membuka sekaligus menjadi keynote speech dalam Wonderful Indonesia Co-branding Forum (WICF) yang berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Kegiatan kali pertama ini dan akan diselenggarakan secara berkala oleh Kemenpar sebagai upaya mengajak brand perusahaan besar, menengah, maupun kecil di seluruh Tanah Air untuk melakukan kolaborasi melalui co-branding partnership dengan brand Wonderful Indonesia (WI) atau Pesona Indonesia (PI) dalam rangka mensukseskan target 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada 2019 mendatang.

Kegiatan WICF didahului dengan panandatangan Nota Kesepahaman Bersama (Memorandum of Understanding/MoU) antara Kemenpar dengan brand (perusahaan) yang telah mencapai kesepakatan kerja sama co-branding partnership, kemudian dilanjutkan dengan diskusi panel yang terbagi dalam sesi Wonderful Indonesia Co-Branding: ‘Building Extensive Global Exposure through Brand Collaboration’ dan sesi Pesona Indonesia Co-Branding: Sharing Resources for Branding Campaign Effectiveness menampilkan narasumber dari kalangan praktisi atau pebisnis, dan diakhiri dengan komitmen bersama brand dalam mensukseskan pencapaian target 20 juta wisman.

Co-branding partnership sebagai kerjas ama antara dua brands yang berbeda yang bertujuan meningkatkan brand value dari keduanya. Melalui co-branding akan tercipta sinergi di mana 1 + 1 bukannya 2, tapi bisa 3 atau lebih. Artinya, ‘the whole is bigger than the parts’, hasil gabungan lebih besar dari jumlah bagian bagiannya.

Dengan ber-cobranding kekuatan brand equity dari kedua brand akan berlipat-lipat. Menpar Arief Yahya memberikan apresiasi diadakannya WICF yang dilandasi semangat Indonesia Incorporated. “Branding pariwisata Indonesia tidak bisa dilakukan secara sendirian oleh Kemenpar. Untuk mewujudkan brand WI di pasar global dan brand PI di pasar domesik dibutuhkan kebersamaan dan sinergi seluruh elemen bangsa dalam kerangka Indonesia Incorporated. Dengan kolaborasi dan bekerja bersama-sama kita akan ‘Bigger-Broader-Better together”, kata Menpar Arief Yahya dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Kamis (10/8/2017).

Menpar Arief Yahya menjelaskan, inisiatif co-branding partnership ini diluncurkan untuk memanfaatkan momentum meroketnya kinerja brand WI/PI terlihat dari brand equity WI/PI kini sudah sangat kokoh sebagai hasil pengembangan (building brand) selama 2,5 tahun terakhir.

“Brand WI/PI kini kian melejit di tengah menurunnya kinerja brand-brand pesaing regional. Pada 2013, brand WI praktis tidak dikenal di dunia karena berada di posisi 70 dalam Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) yang dikeluarkan World Economic Forum (WEF). Pada 2015 lalu peringkat kita naik pesat di posisi 50 dari total 141 negara, dan tahun ini naik 8 peringkat ke posisi 42 dunia. Menariknya, kinerja pariwisata Indonesia naik 8 level, di saat Malaysia turun 2 peringkat di posisi 26, Singapura juga turun 2 peringkat dan Thailand naik hanya 1 peringkat di papan 34. Tak hanya itu, kini brand WI sudah menjadi global brand karena exposure kita di mancanegara sudah cukup massif seperti armada bis di ajang Piala Eropa 2016 dan billboard di Times Square New York,” kata Arief Yahya.

Daya saing pariwisata Indonesia diproyeksikan akan naik 12 peringkat berada di posisi 30 besar dunia pada 2019 dan betul-betul akan diperhitungkan di tingkat dunia. Artinya Indonesia menjadi destinasi penting dunia dan pariwisata menjadi industri strategis dan menjadi core economy Indonesia.

“Untuk melesatkan lagi peringkat TTCI ke posisi 30 besar dunia Indonesia perlu melakukan inovasi-inovasi lebih lanjut dalam melakukan brand building dengan meluncurkan inisiatif co-branding partnership. Dengan modal brand equity yang kokoh tersebut Kemenpar cukup percaya diri bahwa brand WI/PI mampu memberikan value bagi brand-brand yang diajak co-branding sehingga tercipta kerjasama yang saling menguntungkan (win-win partnership) dan bersifat jangka panjang,” kata Menpar Arief Yahya.

Inisiatif co-branding partnership ini dilakukan Kemenpar untuk mencapai 3 tujuan strategis yaitu; Pertama, untuk mendongkrak brand equity dari brand WI di pasar global dan brand PI di pasar domestik dalam menopang terwujudnya sektor pariwisata sebagai core economy Indonesia.

Dengan co-branding partnership diharapkan terjadi sinergi dan leverage effect’ dalam mendongkrak value kedua brand. Kedua, mengembangkan penetrasi pasar dan memperluas exposure brand WI/PI dengan memanfaatkan market network yang dimiliki oleh brand/perusahaan baik di pasar domestik maupun global.

Melalui co-branding partnership ini diharapkan brand WI/PI dan brand/perusahaan dapat saling memanfaatkan customer base masing-masing. Ketiga, dengan co-branding partnership akan terwujud sharing resources antara kedua brand yang ber-cobranding.

Co-branding akan menghasilkan penghematan biaya promosi yang substansial karena dengan ber-partner, maka biaya promosi akan ditanggung secara bersama. “Anggaran dari APBN terbatas, karena itu kami ingin berkolaborasi dengan brand/perusahaan agar terjadi efisiensi biaya promosi,” kata Arief Yahya.

Sesungguhnya co-branding partnership ini selama ini, menurut Arief Yahya, sudah berjalan meski masih sangat terbatas dan tidak sistematis. Contohnya tahun lalu Kemenpar melakukan co-branding partnership dengan Martha Tilaar Group (MTG) melalui program Trend Warna Sariayu 2017: Gili Lombok.

Di sini logo WI tampil di kemasan produk. Tema Lombok diambil karena merupakan salah satu dari 10 destinasi prioritas yang dicanangkan Kemenpar. Contoh lain adalah kampanye iklan terbaru Kuku Bima dari Sido Muncul di tahun 2017 ini yang mempromosikan ‘Danau Rawa Pening’ menjadi destinasi wisata kelas dunia.

Meski kerja samanya masih bersifat informal dan masih terbatas, namun di dalam iklan tersebut brand PI sudah tampil di dalam materi iklan Kuku Bima tersebut. Dengan adanya inisiatif co-branding partnership ini diharapkan kolaborasi dan sinergi brand WI/PI dengan brand/perusahaan di seluruh Tanah Air akan semakin intensif lagi dan diharapkan partisipasi brand/perusahaan dalam mempromosikan sektor pariwisata juga akan semakin besar lagi.

Brand (perusahaan) yang melakukan MoU co-branding partnership dengan Kemenpar antara lain; Martha Tilaar, JJ Royal, Polygon, Sahid Group, Tiket.com, Alleira Batik & Gaia, Sunpride, Sarinah, Rumah Zakat, Sekar Group, Krisna Oleh-Oleh, Secret Garden, Sababay Wine, Bon Gout, Achilles, Garuda Food, Dapur Solo, dan Malang Strudel. (Gabriel Bobby)



About author



You might also like

Airlines

Ironman 70.3 Bintan 2016 Sukses

Peserta Ironman 70.3 Bintan 2016 (Ist) Gong perhelatan Ironman 70.3 Bintan 2016 digelar pada 27 hingga 28 Agustus 2016. Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan PT Bintan Resort Cakrawala (BRC) dan

Tour Package

Selalu Berbagi dan Berbuat Baik

Gifta Oktavia Rappe (Ist) Perempuan hebat! Tak salah memang menyebut dirinya sebagai perempuan asli Indonesia yang hebat sebab sosok satu ini memang terlihat begitu cantik, cerdas, dan pekerja keras. Bahkan,

Nature

Presiden Jokowi Promosikan Pariwisata Indonesia di Singapura

Presiden Jokowi (Ist) Presiden Jokowi serius menawarkan pariwisata ujung tombak dalam kerja sama dengan Singapura, selain pengembangan ekonomi berbasis digital. Hal itu terekam dalam pembahasan dengan PM Singapore Lee Hsien

All About Indonesia

Kalyana Leather Handbags Konsisten Memadukan Batik Campur dengan Teknologi Laser

Kalyana Leather Handbags (Ist) Berita Foto: Kalyana Leather Handbags merupakan salah satu produk premium tas lokal berasal dari Jawa Timur. Berdiri sejak 2010 silam, Kalyana Leather handbags konsisten mengeluarkan jenis

Slideshow

Memanfaatkan Digital Marketing untuk Bisnis

Seminar Digital Marketing (Ist) President University akan menggelar seminar mengenai tren terbaru digital marketing yang memberikan kesempatan yang sangat baik untuk mengetahui tren terbaru dari digital marketing dimana para perusahaan

Cuisine

ICE Pantas Jadi Venue PATA Travel Mart 2016

Nawang Wulan (Ist) Indonesia Convention Exhibition (ICE) disebut sebagai gedung pameran dan pertemuan terbesar di Indonesia, dan menjadi salah satu yang terbesar di Asia. Adapun gedung prestisius berskala internasional ini