WWF Indonesia Gandeng PATA Indonesia untuk Signing Blue

MoU PATA Indonesia dgn wwf Indonesia

Wisata bahari di Indonesia kian berkembang. Bahkan, kini muncul kegiatan dengan minat khusus pada bahari. Kendati demikian tanpa disadari dalam setiap kegiatan pariwisata, termasuk wisata bahari berpeluang menimbulkan dampak negatif, antara lain kenaikan volume sampah, polusi, kerusakan terumbu karang, stres pada spesies, dan konflik kepemilikan lahan.

Adapun pariwisata bahari yang bertanggung jawab (Responsible Marine Tourism) merupakan konsep yang mendorong setiap wisatawan dan pelaku industri pariwisata untuk menimbang, mencermati, berkomitmen, serta mengambil langkah nyata mengurangi jejak-jejak negatif aktivitas pariwisata bahari yang dilakukan dengan tujuan mendukung gerakan konservasi di Indonesia.

“Hal yang mendasari praktik pariwisata bahari yang bertanggung jawab ini adalah dengan menempatkan prinsip keseimbangan dalam pengelolaan sumber daya alam, pengelolaan bisnis, dan kesetaraan manfaat bagi masyarakat lokal,” papar CEO WWF Indonesia Efransjah pada peluncuran Living Blue Planet Report dan penandatanganan Nota Kesepahaman Signing Blue di Jakarta, Rabu (16/9/2015).

Sebagai upaya mendukung kegiatan pariwisata bahari yang bertanggung jawab (Responsible Marine Tourism), maka WWF Indonesia melakukan inisiatif Signing Blue.

Inisiatif Signing Blue merupakan upaya WWF Indonesia melestarikan potensi kelautan Indonesia yang telah rusak agar tidak bertambah parah sekaligus mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam menjaga kelestarian bahari Indonesia.

Kegiatan ini melibatkan para pelaku kepariwisataan  mulai dari wisatawan dan penyedia layanan pariwisata untuk menerapkan pariwisata bahari yang mendukung gerakan konservasi di Indonesia.

Sementara President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo mengatakan, contoh nyata dari kepedulian PATA Indonesia terhadap laut dan kawasan konservasi alam dapat dilihat langsung di KEK Tanjung Lesung.

Poernomo menjelaskan bahwa sejak 20 tahun lalu di Tanjung Lesung telah dilakukan konsep pengembangan terintegrasi, advokasi dan menarik masyarakat sekitar untuk melakukan budidaya ikan dan penanaman terumbu karang.

Sekolah-sekolah di sekitar kawasan pun diajarkan mengenai pengelolaan laut agar sustainable dan mengelola alam agar tetap terjaga. “Kami menyambut baik program Signing Blue dan mendukung agar seluruh elemen pariwisata dapat menerapkannya,untuk masa depan pariwisata bahari Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, mindset pelaku pariwisata dan masyarakat harus sama tentang bagaimana pentingnya laut untuk Indonesia, terutama di bidang tourism.

“Masak kita jual laut tapi tidak bisa jual seafood yang enak, nelayan kita tidak sejahtera. Maka dari itu kita harus mendorong semua sektor agar lebih peduli dengan kekayaan laut indonesia,” pungkasnya. (Gabriel Bobby)

 

About author



You might also like

Investments

Program KBL Wujud Nyata Pelindo III Hadir untuk Negeri

Toto Heli Yanto, Direktur SDM dan Umum PT Pelindo III (kiri) (Ist) PT Pelabuhan Indonesia III atau yang biasa dikenal dengan Pelindo III memiliki dua tanggung jawab sosial sebagai bagian

SightSeeing

Pengumuman Pemenang Kuis GMT 2016

Ilustrasi GMT 2016 di Indonesia (Ist) Kuis menyambut fenomena alam unik, gerhana matahari total (GMT) 2016 yang dibuat patainanews.com telah resmi ditutup pada Kamis, 3 Maret 2016. Seperti yang telah

Destinations

‘Aceh Harus Rebut Best Halal Destination 2016’

Menteri Pariwisata Arief Yahya menghadiri dan melakukan launching pagelaran Aceh Internasional Rapa’i Festival bertempat di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya memuji Reza Pahlevi,

Cuisine

Indonesia Bidik Cruise Tarik Minat Wisman

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Kapal pesiar atau cruise selama ini masih belum optimal memboyong wisatawan mancanegara ke Tanah Air. Padahal, dengan kapal berkapasitas 3.500 orang saja, plus 1.500 anak

Travel Operator

Traveling ke JungleLand, Pengalaman tak Terlupakan

Foto bersama ASITA di JungleLand (Ist) JungleLand, theme park yang ada di kawasan Semtul City bisa menjadi pilihan yang pas untuk wisatawan yang menyukai destinasi alam yang jaraknya tidak jauh

Heritage

Warga Lombok Dukung Wisata Halal

Emma Almusalli (Ist) Lombok yang ada di Nusa Tenggara Barat semakin percaya diri menjadi destinasi wisata halal di Indonesia. Sejak Pulau Seribu Masjid ini pada tahun lalu mencetak prestasi dunia yang membanggakan